Poin Utama
Motadata ServiceOps menyediakan satu catatan resmi per perangkat, dari pengadaan hingga penghapusan, dengan visibilitas finansial penuh, kendali perangkat jarak jauh, deteksi variance berbasis baseline, dan riwayat bertanda waktu yang siap untuk audit.
"Ganti atau pertahankan?" menjadi keputusan yang didukung angka nyata.
Setiap aset memuat biaya pembelian, nilai buku saat ini, dan biaya operasional.
Perhitungan depresiasi otomatis menggunakan nilai sisa berbasis Fixed Amount atau Percentage, yang dapat dikonfigurasi di tingkat Product Catalog atau per aset.
Semua keputusan refresh didasarkan pada total cost of ownership, bukan tebakan.
Kendalikan perangkat langsung dari aset yang mewakilinya.
Jalankan sesi Remote Desktop (hingga 90 menit, dengan opsi perekaman video untuk akuntabilitas).
Kunci, restart, dan matikan perangkat langsung dari catatannya.
Wake-on-LAN terjadwal untuk membangunkan mesin Windows dari mode sleep untuk pemeliharaan di luar jam kerja.
Blokir atau buka port USB di seluruh armada endpoint Windows untuk mencegah data keluar tanpa izin.
Drift menjadi event yang ditandai, bukan kejutan saat audit.
Rekam baseline atribut hardware dari sebuah komputer atau server.
Variance Detection terjadwal membandingkan data discovery live dengan baseline tersebut.
Saat RAM ditukar, perangkat tanpa persetujuan ditambahkan, atau komponen dilepas, teknisi yang tepat menerima email berisi aset dan atribut yang berubah.
Perubahan tanggal garansi otomatis memicu workflow, sehingga masa garansi yang akan habis terlihat lebih awal.
"Buktikan" menjadi pertanyaan yang terjawab dalam hitungan detik.
Klasifikasi aset dalam hierarki tipe dan kategori lima tingkat.
Pelacakan dan audit aset dengan barcode dan QR, dengan label QR yang dapat disesuaikan per tipe aset.
Routing approval Maker-Checker untuk perubahan sensitif pada aset Hardware dan Non-IT sebelum perubahan berlaku.
Temukan lokasi perangkat Windows dan Hyper-V di peta dengan Geolocation.
Simpan riwayat lengkap per aset untuk event pemindaian, perubahan, pemakaian, perpindahan, dan perbaikan.
Setiap catatan diberi tanda waktu dan atribusi.
Intelligence
Manual tracking breaks the moment assets start moving: A laptop gets reassigned and the spreadsheet doesn't. A server's warranty lapses because nobody was watching the date. A workstation's components get quietly swapped, unnoticed until a security review.
Pelacakan manual gagal begitu aset mulai berpindah: sebuah laptop dipindahtugaskan, tetapi spreadsheet tidak diperbarui. Garansi server habis karena tidak ada yang memantau tanggalnya. Komponen workstation diganti diam-diam dan baru ketahuan saat tinjauan keamanan.
Saat celah itu terlihat, bisnis sudah menanggung kerugiannya: pembelian yang tidak perlu, gangguan yang tidak terencana, audit yang gagal, atau perangkat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Masalah dasarnya selalu sama. Catatan dan kondisi fisik aset semakin berbeda, dan tidak ada yang menutup celah itu secara otomatis.
Hardware Asset Management menutup celah tersebut dengan status siklus hidup yang terkelola, depresiasi otomatis, kendali jarak jauh atas perangkat itu sendiri, dan deteksi variance berbasis baseline yang menandai perubahan sebelum menjadi risiko.
Cara Kerja
Menyerap catatan aset melalui discovery, entri manual, impor, atau pengadaan.
Mengklasifikasikan perangkat dalam hierarki tipe dan kategori aset dengan custom form rules.
Melacak status (In Stock, In Use, In Repair, Retired) dengan penanda warna.
Menghitung nilai buku menggunakan nilai sisa berbasis Fixed Amount atau Percentage.
Menjalankan RDP, lock, restart, Wake Up, dan kontrol port USB pada endpoint Windows.
Menetapkan baseline hardware dan menjalankan Variance Detection untuk langsung menandai drift hardware.
Nilai Berdasarkan Peran
Keputusan refresh dan realokasi didasarkan pada nilai buku dan visibilitas biaya penuh, bukan firasat, dengan satu catatan resmi per perangkat dari pengadaan hingga penghapusan.
Keputusan refresh dan realokasi didasarkan pada nilai buku dan visibilitas biaya penuh, bukan firasat, dengan satu catatan resmi per perangkat dari pengadaan hingga penghapusan.
Drift hardware menjadi event yang ditandai, bukan kejutan saat audit, karena kondisi perangkat yang sebenarnya dibandingkan dengan baseline yang ditetapkan secara terjadwal.
Drift hardware menjadi event yang ditandai, bukan kejutan saat audit, karena kondisi perangkat yang sebenarnya dibandingkan dengan baseline yang ditetapkan secara terjadwal.
Setiap perangkat memiliki catatan finansial lengkap, dengan depresiasi otomatis serta riwayat bertanda waktu dan beratribusi di belakangnya.
Setiap perangkat memiliki catatan finansial lengkap, dengan depresiasi otomatis serta riwayat bertanda waktu dan beratribusi di belakangnya.
Jangkau perangkat langsung dari catatan asetnya: kunci dan matikan dari jarak jauh, sesi RDP yang direkam, dan penguncian USB, semuanya dijalankan dari catatan itu sendiri.
Jangkau perangkat langsung dari catatan asetnya: kunci dan matikan dari jarak jauh, sesi RDP yang direkam, dan penguncian USB, semuanya dijalankan dari catatan itu sendiri.
Dari Visibilitas ke Kendali
Inventaris akurat setingkat CMDB: satu catatan resmi per perangkat, terus diperbarui oleh discovery dan dicocokkan dengan baseline, bukan ingatan.
TCO hardware lebih rendah: depresiasi otomatis dan visibilitas biaya penuh menjadikan keputusan refresh dan realokasi didukung nilai buku, bukan firasat.
Keamanan dan kendali: kunci/matikan dari jarak jauh, sesi RDP yang direkam, penguncian USB, dan alert variance yang menangkap perubahan lebih awal.
Siap audit sejak awal: riwayat bertanda waktu dan beratribusi di balik setiap aset, sehingga audit cukup dengan menjalankan laporan, bukan kepanikan mendadak.
Jelajahi Lebih Lanjut
Motadata ServiceOps IT Asset & CMDB mengelola siklus hidup aset fisik dengan depresiasi, pelacakan garansi, riwayat lokasi, dan kendali perangkat jarak jauh.
Motadata ServiceOps IT Asset & CMDB. Tata kelola hardware, bukan tebakan spreadsheet.